Jl. Bebedahan Rt. 01 Rw. 05 Desa Malangbong Kecamatan Malangbong - Garut - 44188
Kamis, 24 Juni 2010
Jumat, 04 Juni 2010
Jadikanlah Dirimu Karateka Sejati
Salam Karate,,,
Osh...
Filosofi Karate
By.Wiara Putra
Osh...
Filosofi Karate
Karate sangat dipengaruhi oleh Filosofi yang harus di pahami dan di mengerti oleh para Sempai (pelatih/instruktur) maupun Kohai (siswanya). Agar mereka mencapai DO (jalan yang sebenarnya). Untuk mencapai DO maka para Karateka harus senantiasa memiliki REI (sikap saling menghormati) MEIKYO (berpikir positif), MUGA (berkosentrasi penuh) USHIN (melekat pada ajaran), SHUBAKU (senantiasa berhati lembut), TAI NO SEN (senantiasa memiliki inisiatif), dan KEIKO (rajin).
Apabila filosofi dipraktekan maka akan lahir para Karateka yang disiplin, jujur, percaya diri, sehat dan kuat. Hal ini amat relevan bagi profil prajurit yang harus tanggap, tanggon dan trengginas. Bagi para Karateka yang telah menjiwai latihan Karate secara sungguh-sungguh melalui latihan yang terus menerus dan teratur akan menemukan MYO (rahasia yang tersembunyi) berupa lahirnya intuisi, kekuatan fisik dan spiritual yang terkadang tidak dapat dicerna dengan akal sehat seperti mampu memecah benda-benda keras (SHIWARI), SINKANG (melompat tinggi) dan memiliki kekuatan super sebagaimana yang dialami para leluhur beladiri Karate. Benarlah apa yang diucapkan Gichin Funakoshi bahwa Tuhan telah menciptakan alam dan tubuh manusia dengan berbagai tujuan. Tetapi barang siapa yang menggunakan kepalan tangan tanpa tujuan yang mulia dan perhitungan yang matang maka ia akan kehilangan harga dirinya di hadapan Tuhan dan manusia.
Osh....
Selasa, 04 Mei 2010
Senin, 11 Januari 2010
Filosofi Kushin Ryu
“Siapa saja yang ingin menguasai karate, pertama dan terpenting tak iri hati, berburuk sangka, mesti selalu rendah hati, pemurah, berperilaku baik, memelihara ketenangan spiritual, berusaha keras menjadi teladan bagi semua,” saran sang sensei yang juga punya murid di Australia, Paraguay, Uruguay, Chile, Argentina, Panama, Timor Leste, Singapura, Malaysia, Jepang, Korea ini.
Saran bijak Hakikat Kushin-Ryu Karate-Do Sesuai makna karate-do, karate (dasar tangan kosong), do (harus selalu ingat belajar kemanusiaan).
Penguasaan ilmu karate oleh orang tanpa mental mantap bisa fatal. Bila sebatas teknik pukulan dan serangan, itu baru kulitnya. Inti terdalam berarti mempelajari hidup dan manusia itu sendiri. Karate mengenalkan 100 titik lemah tubuh manusia, 44 di antaranya terlemah. Titik lemah berada di pusat otot, daging, pembuluh darah dan saraf. Jika ditinju atau ditendang karate-ka berketerampilan tinggi, bisa meninggal.
Karena tahu betapa berbahayanya titik lemah, bagian ini malah jarang sekali diserang. Kalahkan lawan dengan tenaga seminimal mungkin. Mengalahkan lawan itu penting, tapi menciptakan keadilan dalam bertanding itu lebih penting.
Karate menjembatani penempaan semangat dan jiwa untuk menemukan hakikat watak kita sendiri. Jika tak mengenali diri sendiri, kita tak dapat mengenali musuh. Jadi, pendekar sejati itu menguasai diri sendiri. Kekuatan yang sesungguhnya tak hanya membuat lawan takut tapi juga memberi kesegaran bagi lawan yang dikalahkan. Lawan mengakui kehebatan kita dengan hormat. Lawan tak ingin lagi menyerang. Kita menang tanpa diserang, tanpa perlu melawan.
“Saya belajar karate 15 tahun. Sampai kini merasa belum benar-benar menguasai intinya. Ini pelajaran sampai mati. Tiada guna banyak ilmu tanpa diterapkan. Dalam karate ada siasat, pura-pura tak kuat supaya lawan lengah, kita menang. Jadi di keseharian, karate membekali raga terlatih, pikiran terjaga. Sesekali marah, gusar, itu wajar. Tapi sebentar saja. Ini proses. Tapi makin berumur, kita mesti makin bijak. Seperti padi. Makin berisi makin merunduk.”
Minggu, 10 Januari 2010
Jumat, 08 Januari 2010
Minggu, 22 November 2009
KUSHIN RYU. M. KARATE-DO INDONESIADOJO : SMN. N. 1 MALANGBONG
PEMBINA : WIARA KAUTSAR
1. Selvina Damayanti 2.Ervi Shilvya
3. Yuli Meli Yani 4.Euis Rasmayanti
5.Rani Rabiyatul A 6.Dede Gunawan
7. Esti Siti Fatimah 8.Risma Yanti
8. Ady Kusnaedi 10.Eneng Melinda
11. Syifa Mardiani 12.Gita Ovia
13. Delina Herlina 14.Cucu Nurhayati
15. Tiara Panca Utami 16.Taufik Nugraha
17. Essa Syatika Pribadini. 18.Suhendar
19.E. Muhammad Rikzam L.H 20.Yeyet Haryati
21. Redi Hermawan 22.Fitri Kurnia
23. Acep Zaqi Fauzan M 24.Muhamad Anwar
25. Yayu Sri Wahyuni 26.IMas Sobariah
27.Fiqri Muhamad A. M 28.Dessy Mega Mutiara
29.Ema Lema Mayang S 30.Mia Rosmiati
31.Yeni Cahyati 32.Yana Cahyana
33.Lisna Wati Dewi 34.Nada Pratiwi
35.Santi Yulistiani 36.Sitit Nurmaesaroh
37.Irma Siti Hasanah 38.Yulia Sri Whyuni
39.Siti Maryam 40.Arti Nurani
41.Lusiana
Senin, 16 November 2009
KARATE SEBAGAI SENI BELA DIRI
Sepanjang sejarah kehidupan manusia, keberadaan beladiri jadi suatu kebutuhan : manusia kerap memanfaatkan kaki dan tangannya sebagai senjata utama guna melindungi diri menghadapi kerasnya kenyataan duniawi. Karate?
Asal-usul karate berasal dari kempo alias seni beladiri tinju Cina (China Boxing)-diciptakan oleh Darma, Guru Budha yang Agung, manakala tengah bermeditasi di Biara Shorinji, Mt-Sung, Provinsi Henan, Cina (generasi Darma selanjutnya menyebut beladiri ini dengan nama Shorinji Kempo)-yang berakar di Okinawa melalui kontaknya dengan Cina pada medio abad ke-14. Pada abad itu, pengadilan Bakhuco (di bawah penguasa setempat) di Okinawa membuat larangan penggunaan senjata. Itulah sebabnya embrio beladiri karate muncul.
Dalam budaya (bahasa) Cina, kempo berasal dari kata kara yang berarti Cina dan te yang berarti tangan. Di Jepang, pada proses perkembangannya kemudian, kara berarti kosong dan te berarti tangan, jadi hakikatnya, seni beladiri karate merupakan suatu bentuk beladiri yang mengandalkan tangan kosong. Lahirnya karate sebagai seni beladiri diketahui pada abad ke-19.
Adalah Matsumara Shukon (1797-1896)-seorang prajurit samurai dan pelindung Raja Soko Okinawa-yang berjasa melahirkan seni beladiri karate. Ia menciptakannya dengan menggabungkan unsur seni militer Jepang (bushido).
Matsumara adalah pendukung adanya dua kebijakan : latihan militer (fisik) dan kesarjanaan (intelektualitas). Ia-lah anggota kelas berkuasa di Pulau Ryuku yang berjasa meletakkan pondasi dasar dan pengembangan ilmu karate..
Gichin Funakoshi, penemu shotokan, mengemukakan suatu filosofi bahwa karate yang sesungguhnya adalah dalam kehidupan sehari-hari, pikiran dan tubuh seseorang dilatih dan dikembangkan dalam kerendahan hati. dan, pada sat-saat kritis, ia akan mengabdi seluruhnya pada keadilan.
Sabtu, 14 November 2009
Jumat, 13 November 2009
Kushin Ryu. M Karate-Do Indonesia
SUMPAH KARATE
SANGGUP MEMELIHARA KEPRIBADIAN
SANGGUP PATUH KEPADA KEJUJURAN
SANGGUP MEMPERTINGGI PRESTASI
SANGGUP MENJAGA SOPAN SANTUN
SANGGUP MENGUASAI DIRI
Dojo SMP.N 1 Malangbong
Kushin Ryu.M Karate-Do Indonesia
Dojo SMP.N.I Malangbong.
Intruktur : Wiara Kautsar
Dojo SMP.N.I Malangbong.
Intruktur : Wiara Kautsar
Rabu, 11 November 2009
Ujian Tingkat Kyu KKI Malangbong - Garut

( Wiara Kautsar )
KKI Ranting Malangbong Telah melaksanakan Ujian Kenaikan Tingkat " Kyu " yang Bertemapt digedung Olahraga Malanbgong dengan Jumlah Peserta Sebayak 30 Orang dianatranya Siswa Dojo SMK.N 7 Garut Sebanyak 12 Orang :
1 Dian Nur Anugrah Kyu. 6
2 Neneden Hamidah Kyu. 6
3 Andre Kyu. 6
4 Yanti Susanti Kyu. 6
5 Ardi Wiranata Kyu. 6
6 Apep Triana Kyu. 6
7 Agus Solihin Kyu. 6
8 M. Ridwan Kyu. 6
9 Cucu Jubaedah Kyu. 6
10 Ujang Darisman Kyu. 6
11 Dede Riswandi Kyu. 6
12 Winarti Kyu 6
Siswa Umum Dojo Ranting Malangbong :
1 Tiitan Maulana Kyu 5
2 Ardi Irfan Kyu 5
3 Asep Hendi Kyu 5
1 Indra Maulana Kyu 4
2 L o u i s Kyu 4
3 Agung Permana Kyu 4
4 F a j a r Kyu 4
1 Budi Fajar Rohman Kyu II
2 I f a n Kyu II
3 Farikul Umam Kyu II
4 Heri Suprianto Kyu II
5 Asep Suherman Kyu II
1 Imam Khoyerul Alam Kyu I
2 Solehudin Kyu I
3 Mega Anadara Malaon Kyu I
4 Nina Lesmana Kyu I
Rabu, 28 Oktober 2009
Prinsip Dojo Kushion Ryu

Prinsip DOJO (DOJO-KUN) Kushin Ryu
- Pelihara Semangat Perdamaian
- Utamakan Sopan Santun
- Rendah Hati
- Kendalikan Emosi
- Tingkatkan butoku (Moral dalam Budo)
PEDOMAN KARATE DO
- Ketuhanan YME
- Setia pada bangsa dan tanah air Indonesia
- Bersikap Jujur dan Sportif
- Berjiwa tabah
- Berani
- Berjiwa Suka menolong sesama
- Disiplin
- Dapat menguasai diri
- Bersikap ksatria dan Sopan santun
- Setia pada jiwa kataredo
SUMPAH KARATE
1. SANGGUP MEMELIHARA KEPRIBADIAN
2. SANGGUP PATUH KEPADA KEJUJURAN
3. SANGGUP MEMPERTINGGI PRESTASI
4. SANGGUP MENJAGA SOPAN SANTUN
5. SANGGUP MENGUASAI DIRI
Langganan:
Postingan (Atom)




.jpg)
.jpg)









